Go Green Bekasi Planting Project

15 06 2008

Salam Lestari dan Sejahtera Bagi Kita Semua

Congratulation,
Kegiatan Go Green Bekasi Planting Project telah berlangsung dengan sukses. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Hijau Permai Bekasi Timur dengan tema “Bring Better Future For Next Generation” atas kerjasama Masyarakat Pondok Hijau Permai dengan Tree Grower Community FAHUTAN IPB.
Kegiatan ini dilaksankan 2 hari yaitu tanggal 8 dan 15 juni 2008 dengan berbagai acara yaitu dari penanaman, pembuatan biopori dan sumur resapan, bazaar, pameran, lomba melukis dan mewarnai serta tidak lupa peresmian oleh Walikota Bekasi H. Mochtar Mochammad.
Tanggal 8 Juni dilaksanakan penanaman, pembuatan biopori, dan sumur resapan dengan warga pondok hijau permai yang dibuka oleh Ir. I Made Dana M. Tangkas selaku ketua RW 25 serta pemrakasa kegiatan ini. Kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk menjadikan komplek pondok hijau permai bebas dari banjir dan melestarikan lingkungan supaya tetap hijau.
Acara pagi tadi yaitu tanggal 15 Juni 2008 dihadiri oleh walikota bekasi “H. Mochtar Mochammad”, Dekan Fakultas Kehutanan IPB “Dr.Ir. Hendrayanto, M.Agr.”, Ketua Departemen Silvikultur “Dr.Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc.” serta para pejabat, warga, kapolres, dan dosen staff fahutan ipb.
Acara dibuka dan diresmikan oleh Walikota Bekasi sekaligus simbolis penanaman, pembuatan biopori, serta peletakan batu pertama sebagai tanda diresmikannya Go Green Bekasi Planting Project. Acara ini juga dimeriahkan oleh band2 pondok hijau permai, tari-tari adek-adek kecil, tari jaipong oleh ibu warga PHP serta yang paling meriah adalah Artis juara AFI yaitu “Bojes” dengan 3 lagu yang dibawakannya menghibur seluruh peserta dan panitia. Go Green Bekasi Planting Project ditutup dengan nyanyian Mars Rimbawan oleh Mahasiswa Dept. Silvikultur dengan Ibu-Ibu PHP serta lagu Kemesraan ini oleh Mahasiswa, Ibu-Ibu, dan Bp. Made.
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada para sponsor yang telah ikut berpartisipasi untuk suksesnya acara ini (TOYOTA, BII, SUGITY CREATIVE, JASAMARGA, PT. CHUHATSU INDONESIA, NUSA TOYOTETSU CORPORATION, MITRA MANDIRI LOGISTIC)

Walaupun cuaca tadi pagi hujan, acara ini tetap berlangsung dengan sukses.

Dengan semangat “Hijaukan Bumi Kita” mari kita galangkan Penanaman demi terciptanya kelestarian lingkungan untuk kehidupan.
(Sp)





Go Green Bekasi Planting Project

4 06 2008

Memperingati hari Lingkungan Hidup sedunia, Tree Grower Community Fakultas Kehutanan IPB menyelenggarakan Go Green Bekasi Planting Project dengan tema “Bring Better Future For Next Generation”.

Acara ini akan diselenggarakan tanggal 8 dan 15 Juni 2008 bertempat di Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur. Adapun acara yang akan dilaksanakan disana adalah:

1. Penanaman

2. Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan

3. Bazar

4. Pameran

5. Lomba mewarnai (TK)

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Himpunan Profesi Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB dengan Masyarakat Pondok Hijau Permai Bekasi Timur.

Semoga dengan kegiatan ini, lingkungan Indonesia pada khususnya dan lingkungan dunia pada umumnya tetap lestari dan hijau selamanya.

HUTAN KITA, HIDUP KITA

(Sp)





Tetaplah Bersemangat

26 05 2008

Seringkali situasi berjalan tidak sesuai kehendak. Atau mungkin meninggalkan anda. Mulai dari promosi terhambat, usulan ditolak, hingga hal sepele: data komputer rusak. Semua itu bisa jadi mengecewakan dan getir. Anda dipersilahkan memilih sikap apa pun yang anda mau, namun jangan sampai kehilangan semangat dan positif, sesungguhnya pilihan itu tidak banyak. Pertahankan semangat anda meskipun situasi sulit dan tidak memihak anda.
Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh empat jam terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan harapan baru. Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala sesuatunya. Kesulitan itu hanya sementara datang untuk pergi. Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat, karena itulah pegangan yang kokoh. Semangat adalah milik anda yang hakiki. Bukankah semangat adalah kata lain dari “Spirit”? Sedangkan “Spirit” adalah roh dan jiwa anda. (KeeBook)





Tips Menjaga Metabolisme Tubuh

26 05 2008

Belakangan ini Anda merasa mudah sekali lelah dan sakit-sakitan? Kondisi tubuh Anda harus dijaga. Agar bisa tetap menjalani rutinitas sehari-hari, coba tips menjaga metabolisme tubuh berikut ini. Jaga pola makan Anda. Makanlah dengan teratur, pagi, siang dan malam. Anda tidak terbiasa sarapan? Anda bisa mengawali hari dengan jus buah atau segelas susu. Menu makan siang pun jangan sembarangan. Empat sehat 5 sempurna ada baiknya Anda coba. Sebisa mungkin hindari fast food. Anda perlu sumber tenaga, oleh karena itu carilah sumber tenaga yang terbaik.
Penuhi kebutuhan tidar malam Anda. Kurang tidur pastinya membuat Anda mudah lelah, marah dan tidak bisa berkonsentrasi. Usahakan tidur malam Anda sebanyak 9 jam. Jika porsi tidur ini belum bisa Anda penuhi, coba gantikan dengan istirahat tidur siang.
Stres bisa menjadi salah satu faktor yang membuat metabolisme tubuh Anda melemah. Stres bisa mempermudah penyakit masuk ke dalam tubuh dan memperlambat proses penyembuhan. Luangkan waktu untuk berbincang dengan sahabat atau hang out di tempat favorit Anda. Jadilah seseorang yang selalu diliputi rasa bahagia.
Olahraga dengan teratur tentu saja akan meningkatkan kesegaran tubuh Anda. Lakukan saja olahraga ringan seperti bersepeda atau jogging bersama sahabat Anda. Lakukan dengan penuh suka cita. Karena olahraga yang dilakukan secara terpaksa juga tidak bisa berbuah maksimal.
Ini tips yang biasa kita dengar. Minum air putih 8 gelas setiap hari. Dua liter air yang kita konsumsi itu ternyata gunanya untuk mengatur suhu tubuh, aliran darah dan menyebarkan gizi ke seluruh tubuh Anda. Jadi tak ada ruginya Anda membiasakan diri mengkonsumsi air putih dengan takaran yang tepat. (www.detikhot.com)





GLOBAL WARMING

26 05 2008

21 April adalah Hari Hutan Sedunia. 22 April adalah Hari Bumi Sedunia. Keduanya berkaitan. Tetapi hanya 22 April yang ‘agak’ digembar-gemborkan di Indonesia. Hari Hutan tidak pernah dibahas. Mengapa? Apakah karena orang Indonesia malu punya hutan yang semakin musnah dengan cepat? Apakah karena orang Indonesia malu hutannya menjadi sumber asap di musim kering dan menjadi sumber banjir di musim hujan?
Kebakaran hutan dan lahan seakan sudah menjadi tradisi tahunan di Indonesia. Setiap tahunnya dalam musim kemarau, hampir berturut-turut, kejadian kebakaran hutan dan lahan berulang dengan berbagai tingkatan. Pada tahun 2002 dan 2005, kebakaran hutan dan lahan terjadi kembali dengan skala yang cukup besar terutama diakibatkan oleh konversi hutan di lahan gambut. Dari data yang terkumpul terhitung sejak 1997-1998, rata-rata 80% kebakaran hutan dan lahan terjadi di lahan gambut. Data yang dianalisis WWF-Indonesia menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Tengah mayoritas kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2002-2003 terjadi di lahan gambut, sedangkan di Provinsi Riau dalam periode tahun 2001-2006, sekitar 67% hotspots (titik panas) terjadi di lahan gambut. Pada kejadian kebakaran berskala besar di tahun 1997-1998, diestimasi sekitar 10 juta hektar lahan yang rusak atau terbakar, dengan kerugian untuk Indonesia terhitung 3 milyar dollar Amerika. Kejadian ini sekaligus melepaskan emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 0,81-2,57 Gigaton karbon ke atmosfer (setara dengan 13-40% total emisi karbon dunia yang dihasilkan dari bahan bakar fosil per tahunnya) yang berarti menambah kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global.
Peningkatan suhu ini akan terus berlanjut apabila tidak ada upaya nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (Murdiyarso, 2003). Setiap gas rumah kaca memberikan dampak pemanasan global yang berbeda. Kontribusi gas rumah kaca di Indonesia ke atmosfir dari aktivitas manusia yang meliputi perubahan tataguna lahan dan kerusakan hutan adalah 63 %, pemanfaatan bahan bakar fosil 25 % dan sisanya berasal dari industri, pertanian dan peternakan, serta sampah. Pemanfaatan energi bahan bakar fosil yang berlebihan dan kerusakan hutan yang disebabkan oleh illegal loging dan kebakaran merupakan sumber utama GRK.
Beberapa dampak pemanasan global antara lain, berkurangnya luasan daratan dan hilangnya pulau-pulau kecil, meluasnya kerusakan hutan mangrove, banjir karena peningkatan curah hujan pada periode pendek, punahnya flora dan fauna tertentu, penurunan hasil perikanan dan pertanian.
Apa fakta yang ada?? Suhu permukaan laut, kunci penentu intensitas kekuatan badai, telah meningkat 0,5°C dalam 35 tahun terakhir ini. Hal ini menunjukan adanya hubungan terjadinya badai dengan pemanasan global. Dalam kurun waktu tersebut, badai lebih sering terjadi dan bertenaga dua kali lebih kuat dari biasanya. Air memang banyak di bumi ini, namun air yang dapat diolah untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari semakin sulit.
Mungkin pemanasan global ini tak dapat dihentikan, akan tetapi dapat dikurangi dengan hal-hal seperti misalnya :
Kurangi pemakaian bahan bakar minyak, yang merupakan penyebab utama terjadinya efek rumah kaca (salah satu pemicu naiknya suhu bumi). Lakukan konservasi hutan dan penghijauan lingkungan sekitar dengan menanam banyak tumbuhan untuk menghambat proses pemanasan global. Minimalkan pemakaian alat yang mengandung CFC karena tidak hemat energi dan jadi penyebab efek rumah kaca. (Frh)





Tips Belajar Lebih Cerdas

24 05 2008

Belajar dengan tekun dan disiplin memang baik. Tapi akan lebih baik kalau kamu belajar dengan cerdas. Belajar dengan cerdas akan sangat menunjang keberhasilan studimu. Dalam tips ini diuraikan hal-hal apa saja yang perlu kamu lakukan agar bisa mulai belajar dengan cerdas dan berhasil.

1. Belajarlah sambil mendengarkan musik . Berbagai penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh musik dengan peningkatan prestasi belajar. Musik membuat kamu “mengalir’ , dan merangsang pikiran untuk berkosentrasi pada apa yang sedang kamu pelajari atau kerjakan . Idealnya kamu mendengarkan musik klasik atau instrumentalia/ musik lembut dengan beat yang santai . Tapi kalau kamu tidak bisa menikmatinya , putarlah musik kesayanganmu.

2. Ciptakan suasana ruang belajarmu senyaman mungkin supaya kamu betah berada disana. Kalau memungkinkan , hiasilah dengan gambar-gambar pilihan atau kata-kata yang bisa memberimu motivasi. Boleh juga menggantungkan poster idolamu , photo kekasihmu , atau piagam pengahrgaan yang pernah kamu raih . Perhatikan juga ventilasi udara agar kamu tidak merasa kepanasan atau kedinginan . Aturlah penerangan agar sesuai dengan keperluanmu , tidak terlalu redup dan tidak pula terlalu menyilaukan.

3. Aturlah waktu belajarmu dengan seeisien mungkin . Biasakanlah untuk belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu tetapkan. Hindari kebiasaan menumpuk tugas yang perlu dikerjakan sampai menjelang batas akhir waktu yang ditetapkan. Hentikanlah kebiasaan sistem kebut semalam. Cara belajar seperti itu akan membentuk kamu menjadi pribadi yang harus ditekan untuk bergerak . Pola ini biasanya akan berlanjut ketika kamu sudah memasuki dunia kerja dan bisa menghambat peningkatan karirmu kelak.

4. Belajarlah dengan aktif . Jangan puas hanya menjadi pelajar atau mahasiswa yang teoritis saja. Hasil belajarmu akan lebih optimal kalau kamu belajar sambil mempraktekkan apa yang kamu pelajari. Sistem belajar sambil praktek sudah terbukti berhasil diterapkan dalam banyak pendidikan inormal seperti kursus bahasa, mengemudi, inormatika , menjahit dsb. Prinsipnya berlaku untuk bidang apapun yang kamu pelajari , termasuk belajar bicara didepan umum , belajar berdansa , berenang dsb.

5. Belajarlah dengan minat yang besar agar kualitas dan hasil belajarmu lebih optimal. Dengan minat yang tinggi , kamu akan bersemangat menggali berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi yang kamu pelajari. Itulah alasannya mengapa sebaiknya kamu kuliah dibidang yang benar-benar kamu minati. Kalau kamu sangat menyukai teknik , mungkin kamu akan mengalami masalah kalau kamu harus kuliah ekonomi dsb. Tapi kalau kamu sudah terlanjur salah jurusan, atau berada ditempat yang kurang kamu sukai maka cobalah unuk menyukainya. Milikilah rasa tanggung jawab terhadap sesuatu yang telah kamu ambil atau putuskan. Namun terkadang minat juga bisa muncul dari penyusuaian diri , percayalah tidak ada ilmu yang tak bermanfaat raihlah segala bidang ilmu , pelajari dengan matang jangan setengah-setengah hingga bisa didapat suatu kecerdasan multi dimensi.

6. Pelajarilah teknik belajar yang efektif agar kamu bisa belajar dengan waktu yang relatif singkat tapi dengan hasil yang lebih memuaskan. Sebagai contoh TEKNIK PENYEBARAN WAKTU mengajarkan bahwa lebih baik kamu belajar 3 x 1 jam daripada 1 x 3 jam.

7. Pelajarilah teknik membaca cepat agar kamu bisa membaca dengan kecepatan tinggi dan dengan pemahaman yang tinggi pula. Ini adalah kemampuan vital bagi kamu yang hidup diera digital dan informasi. Dengan daya baca berkecepatan tinggi, syukur-syukur bisa membaca dengan mata hati pula ,sehingga arus informasi yang deras tidak akan meneggelamkan kamu , tapi justru melejitkan prestasimu untuk meraih keberhasilan.

8. Pelajarilah teknik mengingat dengan memanaatkan kata kunci atau kata akronim. Dengan kemampuan ini daya ingatmu akan dipertajam sehingga kamu bisa mengingat bahan pelajaran dengan cepat dan akurat. Banyak teknik mengingat yang sudah teruji praktis yang dapat dipelajari untuk meningkatkan daya ingat, daya konsentrasi dan memacu potensi belajar.

9. Pelajarilah teknik menulis. Dengan kemampuan ini kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan tulis-menulis secara sistematis dan mudah dipahami, baik berupa laporan , skiripi, artikel dsb. Keahlian menulis sangat diperlukan didunia kerja dan juga akan memungkinkan kamu untuk menjadi penulis buku , wartawan dsb.

10. Pelajarilah cara berpikir yang logis , rasional dan objektif. Meskipun pikiran kamu lebih hebat dari komputer , mungkin baru sebagian saja /kecil bagian dari otakmu yang kamu manfaatkan. Berkat jasa para ilmuwan, sekarang otak kamu bisa dilatih untuk memacu potensimu yang luar biasa sehingga kamu bisa lebih berprestasi dalam studi dan sukses dalam hidup.
(www.planetmusic.4t.com)





AKU CINTA MENANAM

23 05 2008

Himpunan Profesi Tree Grower Community Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan kegiatan Aku Cinta Menanam dengan tema “Bring Better Future For Next Generation” Rabu (30/4) di Kampus IPB Darmaga. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan hari bumi.

Acara ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Departemen Silvikultur terhadap permasalahan dan tantangan pemanasan global yang akhir-akhir ini menjadi fokus negara-negara di dunia. Diharapkan dari kegiatan ini tumbuh rasa cinta terhadap lingkungan sejak din dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi TK Agriananda.

Acara ini dihadiri Ketua Departemen Silvikultur, Dr. Ir. Irdika Mansur, MFor.Sc dan Kepala Sekolah TK Agriananda, Ibu Jihad . Dalam kesempatan itu, Ibu Jihad menanam pohon jenis Matoa (Pometia pinnata) di depan TK Agriananda secara simbolis. Kegiatan penanaman yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung lancar. Siswa-siswi TK Agriananda sangat menikmati bagaimana cara menanam berbagai macam jenis pohon. “Simbol O2 dan CO2 sebagai penghias bibit, sengaja digantung, untuk memberikan pengetahuan bahwa sebuah pohon menghasilkan oksigen (O2) dan menyerap karbon dioksida (CO2),” ujar Ketua Pelaksana, Doddy Juli Irawan, Mahasiswa Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB.





JAMUR TIRAM

23 05 2008

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau jamur tiram putih adalah jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem.
Tubuh buah memiliki batang yang berada di pinggir (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii atau King Oyster Mushroom.
Tubuh buah mempunyai tudung yang berubah dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih dengan permukaan yang hampir licin dengan diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselium berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang.
Pembudidayaan jamur tiram biasanya dilakukan dengan media tanam serbuk gergaji.
Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin.
Jamur tiram diketahui membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukan untuk memperoleh nitrogen.





Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

16 05 2008

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pleurotus sp.

Sabtu-Minggu, 24-25 Mei 2008

Pukul 08.00 wib - 12.30 wib (Sabtu)

08.00 wib - 11.00 wib (Minggu)

Ruang Sidang Sylva, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor

Pembicara : Ir. Kasno, MSc. & Jenal Mutakin, S.Hut.

Fasilitas : Snack, Lunch, Sertifikat, Doorprice, Hasil Jamur Tiram

HTM : S1 Rp 20.000,- S2 Rp 30.000,- Umum Rp 40.000,-

!!! Peserta Terbatas 50 Orang !!!

*Tiket bisa didapat di Koridor FAPERTA setiap hari jam 12.00 wib - 13.00 wib

!!! … Don’t Miss It … !!!

Cp. Fifi (085692499225), Fidry (081324187989)

Presented by,

Tree Grower Community join with Mushroom Studies





Definition of Sylviculture

16 05 2008

Sylviculture, étymologiquement the culture of the forests (of Latin silvæ, wood and forests), has as a role to make evolve/move the forests, by making profitable the ecological factors and the natural potentialities, in order to durably optimize the products and the services which the man can expect.
“Durable sylviculture” reinforces the idea that management must take care not to overexploit the medium so that it does not lose its potential in the future. Certain modes of management give a more constant attention to the environment and the biodiversity, of which Prosilva, with techniques concerned with what the Anglo-Saxons call “ecoforestry”, which can be validated by labels such as for example the FSC.
For reasons economic, sylvicultures seeks with (D) adjusting its offer of wood to the request, which is particularly difficult being given the relative slowness of growth of the trees, and because the request can vary in time (Colbert planted for the navy, but when the oaks became ripe the ships were built out of steel). An oil crisis makes climb the price of the wood, which can fall 10 years afterwards. The growth of the tropical wood imports with fact of losing its profitability certain drink local. A storm, fires, the climatic modifications are badly anticipated risks. After war one in France encouraged the coniferous trees for construction, but this market did not answer the hopes of the foresters. It is as a question of ensuring the owners of the incomes, knowing as hunting can contribute to it for 50% and more.
On the ecological level, the natural or little anthropized forest plays a conservatory part of animal and vegetable species and genes and, beyond, if its extent is sufficient, of the processes of evolution. But in the northern hemisphere and several tropical zones, the forests were very fragmented and became very artificial, losing part of the remarkable biological elements which they had preserved with last managements. Forestry operations (conversions of very artificial settlements) can be necessary to ensure the perenniality of these elements.
In addition, in certain cases, a forest will protègera better against departures of avalanches, crumblings or landslides if it presents (permanently) a composition, a structure and adapted age groups, which can be maintained by an active management.
As regards social or sociocultural aspects, certain forms of sylvicultures make it possible to work or maintain the landscapes appreciated, and to create the various conditions of reception and environment that the public seeks. Certain tree growers seek within this framework to limit the effects of the cuts to white, for example by decreasing their size or while preserving to hide them a wooded band which will also be useful of biological corridor and protective edge for the planted pieces or in regeneration. (Wikipedia)