You are currently browsing the monthly archive for August 2009.
Ini informasi mengenai jabon.
Mudah-mudahan info ini dapat berguna bagi bapak/ibu sekalian .
Jabon (Anthocephalus cadamba Miq)
Nama perdagangan : Jabon, Hanja, Kelampayan
Nama botanis : Anthocephalus cadamba Miq.
Sinonim : Anthocephalus chinensis Rich.
Family : Rubiaceae
Sebaran tumbuhnya : Sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Timur,seluruh Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Irian Jaya. Tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan
kurang dari 1920 mm/tahun. Tumbuh pada tanah ringan, berdrainase baik. Toleran terhadap tanah asam dan berdrainase jelek tetapi bukan pada tanah tererosi.
Musim buah : umumnya musim buah masak terjadi pada bulan Maret-April
Pengumpulan Buah : Buah dikumpulkan dengan cara memanjat dan memetiknya dari pohon. Buah masak dicirikan oleh warnanya yang berubah dari hijau menjadi coklat muda dan daging buahnya telah lunak. Pohon mulai berbuah pada umur 5 tahun dan perkiraan produksi buah rata-rata per pohon berjumlah 45 buah
Ekstraksi Benih : Ekstraksi benih dilakukan dengan metode basah. Buah yang sudah masak dimasukkan ke dalam karung dan diperam selama 1 minggu. Pemberian air terhadap benih yang diperam dilakukan setiap hari sehingga terjadi fermentasi/pembusukan. Setelah di
peram, buah diremas-remas / dicabik hingga menjadi lapis-lapis kecil lalu dimasukkan kedalam bak berisi air.Benih yang masih bercampur lendir yang terdapat didalam bak di saring sebanyak 3 kali lalu diremas-remas. Air yang terdapat dalam gumpalan benih bercampur lendir selama 2 jam, kemudian dimasukkan kedalam kain blacu dan diperas. Sebelum disaring, dilakukan penjemuran disertai dengan terus menggaru untuk melepaskan lendirnya. Apabila sudah kering lendir akan menjadi debu. Benih dan kotorannya kemudian disaring dengan cara lolos saringan 420 mikron (35 mesh) tertahan pada ukuran saringan 250 mikron (60 mesh) untuk mendapatkan benih yang memiliki Sifat fisik dan fisiologik yang baik.
Penyimpanan benih : Benih jabon masih memiliki jumlah kecambah sebesar 314 per 0,1 gram, setelah disimpan selama 18 bulan dalam wadah kantong plastik di refrigerator.
Perkecambahan : media perkecambahan adalah campuran pasir dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bak tabur ditutup dengan plastik transparan. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan pada hari ke-7 sampai minggu ke-10. Setelah periode tersebut, plastik dibuka dan dilanjutkan dengan penyiraman setiap hari sekali dengan sprayer yang halus selama kurang lebih 1 bulan.
Pencegahan Hama : Pencegahan terhadap benih apabila terserang penyakit (jamur) dan penyakit adalah dengan memberikan fungisidaseperti Dithane M-45 (2 gram/1 liter air)
Persemaian : Media semai yang dipergunakan : ukuran
polybag 10×15 cm.Media bibit adalah campuran pasir + tanah+ kompos daun (1:3:1). Pemupukan dilakukan setelah
bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (0.05-2 gram/1liter
air). Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali
sampai bibit siap tanam pada umur 2 bulan. Dalam persemaian diperlukan shaddingnet dengan naungan 40% atau 65%.
*Harga benih : Rp. 3.500.000/kg dengan
jumlah benih beberapa juta benih
Rp. 750.000/100 gram dengan
jumlah benih sekitar 3000 benih
Harga bibit : Rp. 5.000/bibit ukuran 50-100 cm
Bibit berumur 1 bulan sudah dikemas dalam 1 paket sebanyak 1500 bibit
dengan ukuran 5-10 cm Rp. 500.000,-
Ket: * = Harga benih dapat berubah-ubah tergantung stock/persediaan dan Viabilitasnya (daya kecambah).
Pembelian bibit harus pemesanan terlebih dahulu. Terima Kasih
CP : Idham Fahmi (085691701519/081319169150)









